SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM MENGAHADAPI MUSIBAH
DALAM MENGAHADAPI MUSIBAH
By : Anan Baehaqi
A.
Kenapa
virus/wabah itu datang
1.
Karena kelalaian manusia Ar-Ruum :41
ظَهَرَ
الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ
بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Telah tampak
kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia;
Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan
mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
2.
Karena manusia banyak yang berbuat
dosa (Yasin 36:19)
قَالُوْا
طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ
مُّسْرِفُوْنَ
Mereka
(utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri.
Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang
melampaui batas.”
عَنْ
عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عَنْ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَنِي أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ
يَشَاءُ...
Dari 'Aisyah ra
berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang tha'un lalu
beliau mengabarkan bahwa tha'un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa
yang Dia kehendaki (HR.
Muslim)
وَاتَّقُوا
فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ
اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan
peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang
zalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن
يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن
قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ
٣ أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّئَِّاتِ أَن يَسۡبِقُونَاۚ سَآءَ مَا
يَحۡكُمُونَ
2.
Apakah manusia
itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah
beriman", sedang mereka tidak diuji lagi
3.
Dan
sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya
Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui
orang-orang yang dusta
4.
Ataukah
orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput
(dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu
3.
Allah menimpakan musibah itu agar
manusia merendah diri kepada Allah, (Al-An’am : (6) :42)
وَلَقَدْ
اَرْسَلْنَآ اِلٰٓى اُمَمٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَاَخَذْنٰهُمْ بِالْبَأْسَاۤءِ
وَالضَّرَّاۤءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ
Terjemah :
Dan sungguh,
Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami
siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka
memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.
B.
Apa yang harus diyakini
oleh seorang muslim
1.
Tidak ada yang dapat menentang dan
melemahkan kekuasaan Allah
وَٱعۡلَمُوٓاْ
أَنَّكُمۡ غَيۡرُ مُعۡجِزِي ٱللَّهِ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُخۡزِي ٱلۡكَٰفِرِينَ ٢
ketahuilah
bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya
Allah menghinakan orang-orang kafir
2.
Bahwa segala kejadian sudah menjadi
ketetapan Allah sebelum terciptanya semesta ini (al-Hadid:22)
مَآ
اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ
كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ
Setiap bencana
yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis
dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian
itu mudah bagi Allah.
3.
Musibah yang menimpa (seseorang),
kecuali dengan izin Allah (At-Taghabun :2)
مَآ
أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ
قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ١١
Tidak ada
sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan
barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada
hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
4.
Yakinilah bahwa jika Allah hendak menimpakan
bencana, maka tidak akan ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah . (Q.S.
Yunus: 107)
وَإِن
يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرّٖ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَۖ وَإِن يُرِدۡكَ
بِخَيۡرٖ فَلَا رَآدَّ لِفَضۡلِهِۦۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۚ
وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ١٠٧
Jika Allah
menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat
menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu,
maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada
siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang
5.
Tidak boleh takut mati
a.
(Q.S. Âli ‘Imrân: 185)
كُلُّ
نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ
فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ
ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada
hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka
dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan
b.
(Al-Jumu’ah : 8)
قُلۡ
إِنَّ ٱلۡمَوۡتَ ٱلَّذِي تَفِرُّونَ مِنۡهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمۡۖ ثُمَّ
تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ
تَعۡمَلُونَ ٨
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya,
maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan
dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu
Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan"
C.
Apa yang harus dilakukan
oleh seorang muslim
...رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا
سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٩١
“…Ya Tuhan
kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini sia-sia…” (Q.S. Âli ‘Imrân: 191)
1.
Berikhtiar dan bertawakkal kepada
Allah
Berikhtiar menuju takdir yang baik (yang diridhoi Allah),
Sebagai bentuk ikhtiar ikuti petunjuk pemerintah terkait penangan
covid 19 (displin pakai masker, psysikal/sosial distancing, cuci tangan dan mandi)
Bertawakkal artinya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah
setelah melakukan usaha yang terbaik
2.
Isti’adah (Memohon
perlindungan kepada Allah, karena Allah-lah sebaik-baik tempat berlindung)
“Tiada tempat berlindung dan tiada tempat
keselamatan kecuali berlindung kepada-Mu.”
3.
Tingkatkanlah kualitas ketaqwaan kita
kepada Allah, baik dalam wujud ibadah ritual ataupun ibadah sosialnya.
4.
Bersabarlah jika mendapatkan
musibah, karena dengan bersabar Allah menjanjikan akan memberikan pahala yang
besar.
5.
Ingatlah bahwa musibah apapun akan
menjadi kifarat terhadap dosa-dosa kita.
6.
Do’akanlah saudara-saudara kita yang
sudah kena musibah agar dikembalikan
dalam keadaan semula

Komentar
Posting Komentar