Bagaimana cara menilai bahan ajar
PENILAIAN
BAHAN AJAR
A.
PENDAHULUAN
Penilaian
adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk.
Penilaian bersifat kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata). Bahan ajar
merupakan salah satu sumber pengetahuan bagi siswa/ mahasiswa di sekolah maupun
di perguruan tinggi yang merupakan sarana yang sangat menunjang proses kegiatan
belajar mengajar. Bahan ajar sangat menetukan keberhasilan pendidikan
siswa/mahasiswa dalam menuntut pelajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi.
Oleh karena itu, bahan ajar yang baik dan bermutu selain menjadi sumber
pengetahuan yang dapat menunjang keberhasilan belajar siswa/mahasiswa juga
dapat membimbing dan mengarahkan proses belajar mengajar di kelas ke arah
proses pembelajaran yang bermutu.
Bahan ajar merupakan
sarana untuk mengkomunikasikan ilmu pengetahuan, berarti bahan ajar yang
digunakan baik oleh guru/dosen maupun siswa/mahasiswa harus jelas, lengkap,
akurat, dan dapat mengkomunikasikan informasi, konsep, serta pengetahuan proseduralnya.
Dengan demikian setiap bahan ajar harus memiliki standar yang sesuai dengan
tujuan dari bahan ajar tersebut, yaitu sesuai dengan jenjang pendidikan,
psikologi perkembangan siswa, kebutuhan dan tuntutan kurikulum, serta
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
B.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab
ini diharapkan Anda dapat:
1.
Memahami konsep penilaian
bahan ajar
2.
Menjelaskan komponen bahan
ajar yang akan dinilai
3.
Membuat format penilaian
bahan ajar sesuai jenisnya.
C.
URAIAN MATERI
1.
Pengertian
a.
Menurut Asmawi Zainul dan Noehi Nasution
Penilaian
adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang
diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun
nontes.
b.
Menurut Suharsimi Arikunto
Penilaian
adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk.
Penilaian bersifat kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata).
c.
Menurut Djemari Mardapi (1999: 8)
Penilaian
adalah kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil pengukuran. Menurut
Cangelosi (1995: 21) penilaian adalah keputusan tentang nilai.
d.
Menurut Akhmat Sudrajat
Penilaian (assessment) adalah
penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh
informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian
kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan
tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil
penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata)
dan nilai kuantitatif (berupa angka). Melalui penilaian dapat diperoleh
informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan
belajar peserta didik, guru, serta proses pembelajaran itu sendiri. Berdasarkan
informasi itu, dapat dibuat keputusan tentang pembelajaran, kesulitan peserta
didik dan upaya bimbingan yang diperlukan serta keberadaan kurikukulum itu
sendiri.
Penilaian
adalah kegiatan untuk mengetahui apakah sesuatu yang telah kita kerjakan
(program pengajaran) telah berhasil atau belum melalui suatu alat pengukuran
yang dapat berupa tes ataupun nontes. Adapun tujuan penilaian adalah 1) untuk
memberikan informasi kemajuan hasil belajar siswa secara individu dalam
mencapai tujuan sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukan; 2). informasi
yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar mengajar lebih lanjut;
informasi yang dapat digunakan guru untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa;
3) memberikan motivasi belajar siswa, menginformasikan kemauannya agar
terangsang untuk melakukan usaha perbaikan; 4) memberi informasi tentang semua
aspek kemajuan siswa; dan 5) memberi bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah
atau jabatan sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuannya.
Dalam
pengertian pendidikan terdapat dua arti untuk penilaian, yaitu penilaian dalam
arti evaluasi (evaluation) dan penilaian dalam arti asesmen (assessment).
Penilaian pendidikan dalam arti evaluasi merupakan penilaian program pendidikan
secara menyeluruh. Dalam pengertian ini, evaluasi pendidikan menelaah
komponen-komponen dan saling keterkaitannya dengan perencanaan, pelaksanaan,
dan pemantauan.Sedangkan asesmen merupakan bagian dari evaluasi karena
merupakan penilaian sebagian komponen yang menyangkut penilaian hasil belajar
yang berhubungan dengan komponen kompetensi lulusan dan penguasaan substansi
serta penggunaannya.
Kesimpulan :Penilaian
Bahan ajar merupakan evaluasi terhadap bahan ajar yang telah disusun apakah
bahan ajar yang telah dibuat tersebut sudah atau telah memenuhi
syarat atau kaedah-kaedah yang telah ditentukan ataukah perlu penyempurnaan
(Revisi)
2.
Aspek / Komponen Yang
Dinilai
Bahan ajar
merupakan salah satu sumber pengetahuan bagi siswa/ mahasiswa di sekolah maupun
di perguruan tinggi yang merupakan sarana yang sangat menunjang proses kegiatan
belajar mengajar. Bahan ajar sangat menetukan keberhasilan pendidikan
siswa/mahasiswa dalam menuntut pelajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi.
Oleh karena itu, bahan ajar yang baik dan bermutu selain menjadi sumber
pengetahuan yang dapat menunjang keberhasilan belajar siswa/mahasiswa juga
dapat membimbing dan mengarahkan proses belajar mengajar di kelas ke arah
proses pembelajaran yang bermutu pula. Bahan ajar yang dirancang sesuai dengan
kurikulum yang berlaku serta dikembangkan dengan paradigma baru akan
mengarahkan proses pembelajaran pada arah yang benar sesuai tuntutan kurikulum
dengan paradigma baru tersebut.
Jenis bahan
ajar yang diharapkan adalah bahan ajar yang dapat menunjang terselenggaranya
pembelajaran dengan pendekatan konstruktif sehingga bahan ajar tersebut dapat
membelajarkan siswa, menjadi sumber inspirasi, dan sumber informasi baik bagi
siswa maupun guru. Bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang menjadi sumber
ilmu pengetahuan, sehingga dapat menjadi media yang baik dan akan membantu
mengoptimalkan proses belajar mengajar seperti yang diharapkan di atas. Jenis
bahan ajar yang demikian diharapkan dapat membantu proses belajar mengajar yang
efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Bahan ajar
merupakan sarana untuk mengkomunikasikan ilmu pengetahuan, berarti bahan ajar
yang digunakan baik oleh guru/dosen maupun siswa/mahasiswa harus jelas,
lengkap, akurat, dan dapat mengkomunikasikan informasi, konsep, serta
pengetahuan proseduralnya. Dengan demikian setiap bahan ajar harus memiliki
standar yang sesuai dengan tujuan dari bahan ajar tersebut, yaitu sesuai dengan
jenjang pendidikan, psikologi perkembangan siswa, kebutuhan dan tuntutan kurikulum,
serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Oleh karena itu
dalam melaksanakan penilaian bahan ajar, beberapa aspek yang sangat penting
untuk dinilai adalah: (a) materi/isi, (b) penyajian materi, (c) keterbacaan,
(d) SARAG (latar belakang suku, aga-ma, ras, dan gender), (e) kebahasaan.
Materi/isi
Materi pelajaran merupakan
bahan pembelajaran yang disajikan di dalam buku pelajaran dengan sub aspek:
1.
Kesesuaian materi dengan silabus yang di
kembangkan
a.
Memuat materi sesuai kompetensi dasar dan
indicator
b.
Memuat latihan yang sesuai dengan indicator/
tujuan pembelajaran yang tertuang dalam silabus
c.
Memuat materi dengan fokus keterampilan
berbahasa
d.
Memuat kegiatan pembelajaran yang berkaitan
dengan kebutuhan dan/ atau karakteristik siswa
2.
Seleksi dan organisasi materi sesuai dengan
pemahaman pembelajar
a.
Memuat kosakata dan struktur yang frekuensinya
tinggi
b.
Memuat kosakata dan struktur yang berkaitan
dengan isi teks tulis/lisan
c.
Memuat kosakata dan struktur yang berkait
dengan pengalaman pembelajar
d.
Memuat latihan yang diurutkan dari mudah ke
sulit
Penyajian
Aspek penyajian ini dapat
di jabarkan menjadi sub aspek:
1.
Tujuan/Indikator penyajian pembelajaran
dinyatakan secara jelas
a.
Menyebut tujuan/ indikator pembelajaran pada
setiap unit
b.
Mengarahkan pembelajaran pada penguasaan
keterampilan berbahasa
c.
Menyajikan butir ajar untuk mengembangkan
keterampilan berbahasa yang sejalan dengan kompetensi dasar dan indicator
d.
Menyajikan butir ajar/ materi dengan urutan
mudah ke sulit
2.
Penyajian bahan ajar secara terintegrasi dan
sesuai dengan karakteristik pembelajar
a.
Menyajikan keterkaitan keterampilan berbahasa,
sekurang-kurangnya dua keterampilan
b.
Menyajikan bahan ajar yang beranjak dari bahasa
lisan pada kelas rendah dan berlanjut ke bahasa tulis pada kelas tinggi
c.
Menyajikan unsur bahasa (lafal,ejaan, kosakata,
struktur) yang dihubungkan dengan keterampilan berbahasa
d.
Menyajikan bahan ajar dari yang secara
sistematik
3.
Penyajian bahan ajar mendorong pembelajar seara
aktif dan kreatif
a.
Menuntut aktivitas pembelajar untuk mendengar,
berbicara, membaca dan menulis pada tingkatannya
b.
Mendorong pembelajar untuk aktif berkomunikasi
c.
Mendorong pembelajar untuk kreatif berbahasa
dengan menggunakan situasi konkrit
d.
Mendorong pembelajar mencurahkan waktu lebih
banyak dalam mengerjakan latihan
Keterbacaan
Keterbacaan berkaitan
dengan tingkat kemudahan bahasa (kosakata, kalimat, paragraf, dan wacana) bagi
kelompok atau tingkatan siswa.
1.
Kata
a.
Memuat kosakata kongkrit
b.
Memuat kosakata yang dekat dengan pengetahuan
dan lingkungan pembelajar
c.
Memuat kosakata yang sering digunakan
d.
Memuat kosakata yang mudah dilafalkan
2.
Kalimat
a.
Memuat kalimat sederhana lebih banyak
b.
Memuat kalimat deklaratif lebih
banyak
c.
Memuat kalimat aktif lebih banyak
d.
Memuat kalimat afirmatif (kalimat pernyataan
positif) lebih banyak
3.
Paragraf
a.
Memuat paragraf deduktif lebih banyak
b.
Memuat paragraf yang terstruktur dengan baik
(kohesif) lebih banyak
c.
Memuat paragraf yang menunjukkan hubungan makna
(kohesi) lebih banyak
d.
Memuat pragraf yang saling berhubungan dengan
baik
4.
Teks/Wacana
a.
Memuat wacana deskripsi lebih banyak
b.
Mengandung wacana berbentuk prosedur lebih
banyak
c.
Mengandung wacana terstruktur dengan baik
d.
Mengandung wacana yang berkaitan dengan
kebutuhan pembelajar
SARAG
(Latar belakang Suku, Agama, Ras, dan Gender)
Teks/Wacana dan gambar/
ilustrasi
1.
Isi teks/wacana tidak mengarah kepada agama/
keyakinan tertentu
2.
Isi teks/wacana tidak mengarah kepada latar
belakang suku tertentu
3.
Isi teks/wacana tidak mengarah kepada strata
sosial tertentu
4.
Isi teks/wacana tidak mengarah kepada gender
tertentu
Kebahasaan
Bahasa adalah sarana
penyampaian dan penyajian bahan yang menjadi ukuran kualitas bahan ajar.
1.
Teks menggunakan tata bahasa yang tepat
2.
Instruksi jelas dan mudah dipahami
3.
Instruksi menggunakan struktur yang tepat
4. Latihan yang dikembangkan menggunakan tata
bahasa yang baik dan benar secara tata bahasa

Komentar
Posting Komentar